Reportase Hari Ke 1

Pra LKMA 2017
Tour de Java : Exploring National University & Centre of Excellence
19 - 30 Maret 2017

Catatan hari ke- 1
Senin, 20 Maret 2017

*Surabaya Menyambut Para 'Penakluk' Turkiye*

Alhamdulillah..Luar biasa...Allahu Akbar!! Surabaya menyambut para penakluk Turkiye!!

Pukul 03.30 WIB, ketika malam belum beranjak dari langit, delegasi Pra-LKMA 2017 menginjakkan kaki di Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Di sana delegasi sudah ditunggu oleh perwakilan alumni SMAIT Insantama, Kak Fara dan Kak Rusy
Setelah itu delegasi menaiki bis yang telah disediakan untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat peristirahatan di Surabaya, Masjid Nuruzzaman, Universitas Airlangga kampus B.

Sesampainya di Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga kampus B, delegasi disambut  suara adzan shubuh yang berkumandang. Delegasi mengawali harinya dengan sholat shubuh secara berjamaah. Walau hrs melawan rasa letih dan lelah, tetapi kami yakin hanya dengan ketaatan, Allah swt akan memberikan kemudahan dan keberkahan-Nya dalam perjuangan kami ini.

Ketika matahari mulai beranjak, delegasi mengisi waktu mereka dengan melaksanakan sholat dhuha, selepas itu agenda dilanjutkan pergantian Chief of Delegation (CoD) dari Hanzalah Assidiq  selaku CoD keberangkatan kepada Muhammad Fikrudin Aslam selaku CoD hari pertama, sekaligus dilanjutkan dengan evaluasi dari para pembina dan pendamping.

Salah satu poin yang memotivasi kami "Perjuangan tidak hanya dari kita, melainkan juga pertolongan dari Allah", setelah mendengar nasihat yang disampaikan oleh Ibu Fatimah, kami semakin yakin bahwa taqorub ilallah sangatlah penting.

Pukul 07.30 kami berangkat menuju kampus Universitas Airlangga kampus C tepatnya di Gedung Rektorat Universitas Airlangga, dan kami disambut di aula Kahuripan 300. Sesampainya di Aula, acara dimulai dengan sambutan dari pak Ahmad Subadri mewakili pembina Pra LKMA 2017. Setelah itu kami melakukan sesi Presentasi pertama pada hari ini. Presentasi dibawakan oleh Hanzalah Assidiq dan Rizki Aulia Ramdhan sebagai presentator, Rara dan Chandadya sebagai MC. Alhamdulillah.. sesi presentasi berlangsung dengan lancar jaya. Sesi berikutnya adalah presentasi mengenai Universitas Airlangga yang disampaikan oleh DR. Eduardo Bimo Aksono, drh, MKes (Pak Bimo) selaku Sekretaris Pusat Informasi dan Humas dan DR. Moh. Anam Al Arif, drh, MP (Pak Arif) sebagai manajemen PMB Unair. Alhamdulillah respon beliau berdua sangat bagus. Sesi diskusi berlangsung gayeng dan hangat. Ada banyak pertanyaan kami ajukan. Meski masih sangat banyak yang ingin kami tanyakan, namun waktu yang terbatas membuat kami harus bergegas untuk observasi fasilitas kampus. Dengan berjalan kaki, kami melewati bangunan demi bangunan fakultas hingga berhenti sejenak di kedai cinderamata Unair dan dilanjutkan dengan makan siang di kantinnya.

Agenda kami terus berlanjut. Kini saatnya presentasi dan diskusi dengan beberapa mahasiswa berprestasi Unair di Masjid Nuruzzaman Unair yang dihadiri oleh Mas Fajar Habibullah, Mahasiswa Berprestasi FE Unair kemudian Mas  Ahmad Lukman Hakim, Mahasiswa Berprestasi Nasional 2015, Mahasiswa FK UNAIR dan lainnya. Kali ini yang bertugas menjadi MC adalah Linggar Asmara dan Thareeq Izzulhaq, sedangkan yang presentasi ialah Amelia dan Afifah. Sesi presentasi diselingi dengan sambutan dari ustad Anas, nasihat dari Mas Fajar dan Mas Hakim. Yang namanya hari sudah siang pasti bawaannya ngantuk tetapi kami tetap berupaya untuk mendengarkannya. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan cara dibagi per kelompok kecil. Tak terasa waktu sudah menunjukKan pada pukul 16.30 yang menandakan sesi diskusi sudah berakhir. Setelah itu kami diberi waktu untuk istirahat sampai maghrib, dilanjutkan dengan ishoma dan yang terakhir rapat evaluasi.

Sesi evaluasi dan briefing malam ini menjadi tonggak perbaikan dan peningkatan performa kami. Semua pembina menyampaikan hasil penilaiannya. Kesimpulannya, alhamdulillah kami telah meningkat sebagai team. Kami mendapat tambahan poin 25 menjadi 75 dari target 100 yang harus kami raih. Pembina juga mengapresiasi respon kami ketika 15 menit menjelang sesi siang, tim presentasi yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa diganti. Dari 3 orang menjadi 2 orang. Kami tak punya pilihan kecuali sabar dan segera beradaptasi. Hasilnya, bukan hanya tak mengecewakan tapi mencengangkan. Alhamdulillah tsumma alhamdulillah.